Tertulis cerita daerah pedesaan yang subur, tumbuhan yang menghijau, di atas tanah yang datar ditumbuhi pohon dan semak yang masih lebat, hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai meskipun penduduk dalam kehidupan primitif. Desa “Sungai Pancang” orang menyebutnya.

Desa Sungai Pancang lama-kelamaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang ingin menetap dan tinggal di desa itu. Tak kalah lagi desa Sungai Pancang sudah terkenal di kalangan penduduk atau desa sekitar bahkan terdengar sampai keluar kota kabupaten, tetapi yang sangat disayangkan nama yang selalu disebut orang adalah Sungai Nyamuk bukan Sungai Pancang.

Sungai Nyamuk menenggelamkan nama Desa Pancang sehingga oleh para pejabat pada saat itu Desa Pancang sering disebut dengan nama Desa Sungai Nyamuk. Desa Sungai Pancang lama-kelamaan berkembang mengikuti perubahan sehingga Desa Sungai Pancang yang tadi disebut Sungai Nyamuk dimekarkan menjadi 4 desa, yaitu:

1.       Desa Pancang

2.       Desa Sungai Nyamuk

3.       Desa Tanjung Aru, dan

4.       Desa Tanjung Karang

Pada tahun 2010, salah satu desa pemekaran tadi yaitu Desa Tanjung Aru muncul inisiatif dari tokoh-tokoh masyarakat pemuda dan para cendikiawan yang dimotori oleh para perangkat Desa Tanjung Aru. Desa yang disebut-sebut tokoh masyarakat tersebut menjadi Desa Bukit Aru Indah dengan latarbelakang desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian Desa Bukit Aru Indah adalah salah satu dari 4 desa yang ada di Kecamatan Sebatik Timur yang mempunyai luas wilayah 955 Ha dengan batas wilayah sebagai berikut:

Utara     : Desa Tanjung Harapan

Selatan : Desa Tanjung Aru

Barat     : Balansiku/Tanjung Harapan

Timur    : Laut Sulawesi

Wilayah Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur terdiri dari 4 dusun dan 16 rukun tetangga.